Home / News / Inilah 3 Fakta Money Politik Caleg Gerindra Tertangkap Sentra Gakkumdu

Inilah 3 Fakta Money Politik Caleg Gerindra Tertangkap Sentra Gakkumdu

InfoPinang, Tanjungpinang – Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) mengamankan tiga orang kordinator lapangan (Korlap) juru bagi uang (Money Politik, red) seorang Caleg partai Gerindra Dapil II Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang berinisial MA, Selasa (16/4/2019) malam.

Hingga saat ini, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bersama Sentra Gakkumdu Kota Tanjungpinang tengah memasuki tahap pembahasan satu, dimulai sejak gelar perkara soal operasi tangkap tangan (OTT) Sentra Gakkumdu terhadap Korlap Caleg MA, di Perumahan Bukit Raya, Kelurahan Pinang Kencana, pada saat masa tenang Pemilu 2019.

Satreskrim Polres Tanjungpinang yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu bersama Kejaksaan Negeri Tanjungpinang dan Bawaslu sudah mengumpulkan bukti-bukti yang menguatkan dugaan money politik Caleg Gerindra Dapil II Tanjungpinang Timur berinisial MA.

Baca Juga : OTT Caleg Gerindra Timur Masuk Pembahasan Satu Bawaslu

Bahkan, berdasarkan informasi yang dihimpun pijarkepri.com para saksi dan terlapor kasus money politik berkali-kali dipanggil Sentra Gakkumdu dan Bawaslu Tanjungpinang untuk diminta keterangannya atas kasus dugaan money politik tersebut.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Alie membeberkan sejumlah fakta dugaan money politik yang menjerat Caleg Gerindra di Dapil II Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang itu, Senin (22/4/2019) malam.

Berikut deretan fakta dugaan money politik Caleg Gerindra Dapil II Tanjungpinang Timur berinisial MA yang diambil kesaksiannya dari sejumlah Korlap bagi uang di Perum Bukit Raya dan saksi berdasarkan keterangan Sentra Gakkumdu.

1. Laporan Masyarakat Perumahan Bukit Raya, Kecamatan Tanjungpinang Timur

Sentra Gakkumdu yakni, Satreskrim Polres Tanjungpinang menerima laporan dari masyarakat Perumahan Bukit Raya, Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur menerima laporan mengenai kabar beredar ajakan seseorang oknum Rukun Tetangga (RT) di Perumahan Bukit Raya, Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau untuk memilih Caleg Gerindra di Dapil II Tanjungpinang Timur berinisial MA, di Pemilu Legislatif 2019 dalam sebuah grup WhatsApp menggunakan uang, pada Selasa (16/4/2019).

Korlap Caleg Gerindra Dapil II Tanjungpinang Timur membuat Grup Korlap WhatsApp bernama Ready dengan gambar group wajah Caleg Gerindra berinisial MA yang dikhususkan untuk tim bagi-bagi uang Caleg Gerindra berinisial MA.

Dalam grup tersebut terdapat pula Caleg Gerindra berinisial MA dan oknum RT Perumahan Bukit Raya, Kelurahan Pinang Kencana berinisial Ag yang diketahui merupakan komandan Korlap bagi-bagi uang Caleg MA.

“Grup Korlap bertuliskan Ready dengan gambar DP grup wajah caleg MA. Didalam grup juga ada Caleg MA dan Pak RT Ag sebagai komandan korlap, grup ini untuk mengarahkan mengambil uang dari Caleg MA,” kata Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Alie.

2. Alat bukti money politik Caleg MA

Satreskrim Polres Tanjungpinang mengamankan uang sejumlah Rp600.000 dari saksi Dw dalam pecahan uang Rp100.000 berwarna merah yang diterima Dw dari oknum RT Perum Bukit Raya berinisial Ag.

Operasi tangkap tangan Ag berlangsung di kediaman saksi Dw. Sementara tempat pembagian uang Caleg Gerindra Dapil II Tanjungpinang Timur berinisial MA berlangsung di kediaman Korlap Caleg MA berinisial Yus.

“Tiga korlap di Bukit Raya atas nama Ag, Yus dan Pn mengakui menerima uang Rp60 juta dari Caleg Gerindra atas nama MA. Jumlah amplop putih polos 300 lembar, berisi Rp200 ribu setiap lembar,” ungkap AKP Efendri Alie.

Polisi juga mengamankan telephon genggam milik Korlap Caleg MA yang berisi Group WhatsApp bagi-bagi uang Caleg Gerindra Dapil II Tanjungpinang Timur berinisial MA.

3. Cara Kerja Money Politik Korlap Caleg MA

Melalui korlap oknum RT Perumahan Bukit Raya berinisial Ag, Caleg MA dengan pengaruh yang dia miliki meminta kepada Ag untuk menggalang masyarakat Perumahan Bukit Raya dan setiap lorong di perumahan Bukit Raya ada korlapnya, sehingga masyarakat mau membantu Caleg MA.

Melalui Ag, untuk mendapatkan uang Caleg MA meminta syarat kelengkapan dukungan memilih dengan mengumpulkan foto copy Kartu Keluarga (KK) setiap warga Perum Bukit Raya melalui Korlap dan diserahkan ke ketua Korlap yakni, oknum RT Perum Bukit Raya berinisial Ag.

“Uang di hitung untuk 1 KK tergantung jumlah kepala dalam KK yang sudah bisa memilih,” ujar Efendri Alie menjelaskan hasil penyelidikan.

Polisi mengatakan, dikarenakan uang yang menyebar begitu banyak pada Jumat, 12 April 2019 malam hingga 300 amplop di Perumahan Bukit Raya, sehingga tidak semua masyarakat yang pro ke Caleg MA dan diakui pelapor terdapat juga masyarakat yang tidak setuju dengan praktek money politik yang dilakukan oknum RT Ag.

“Makanya masyarakat lapor ke Polisi melalui Gakkumdu, diteruskan melalui penindakan,” ungkapnya.

Sentra Gakkumdu menegaskan, Polres Tanjungpinang akan menindak tegas segala bentuk praktik money politik yang terjadi di Pemilu dan menghimbau kepada masyarakat agar melaporkan jika mengetahui terdapat informasi mengenai money politik.

Polisi juga menjamin keselamatan dan merahasiakan identitas pelapor money politik.

“Tidak pandang bulu, siapapun yang ketahuan akan kita tindak tegas,” tegasnya.

Sentra Gakkumdu mengabarkan, tahapan proses selanjutnya yakni, pada Rabu, 24 April 2019 para saksi-saksi dugaan money politik Caleg Gerindra Dapil II Tanjungpinang Timur MA akan dipanggil untuk diminta keterangannya. Sementara Caleg MA akan dipanggil Sentra Gakkumdu pada Kamis, 25 April 2019.

Sumber: PijarKepri

About infopinang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *