Penampakan Asi Di Bawah Mikroskop
Penampakan Asi Di Bawah Mikroskop oleh Jansen Howard pada Facebooknya

Penampakan ASI di Bawah Mikroskop

Posted on

InfoPinang – Pemberian ASI Ekslusif kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan tanpa campuran susu formula sangat penting untuk sih Buah Hati.

Tidak ada asupan apapun yang lebih baik untuk Bayi selain ASI. Air Susu yang diproduksi secara alami oleh tubuh ini memiliki kandungan nutrisi yang penting bagi tumbuh kembang bayi seperti vitamin, protein dan lemak. Bentuknya pun lebih mudah dicerna ketimbang susu formula.

Tidak hanya untuk bayi, memberikan ASI eksklusif juga berdampak positif bagi Anda seperti mengurangi stress, mengurangi risiko pendarahan pasca lahir, mencegah risiko terkena kanker payudara, penghematan karena tidak perlu membeli susu formula, dll.

Namun baru-baru ini seorang ibu bernama Jansen Howard dengan postingannya menjadi Viral di Media Sosial karena memposting Video Penampakan Asi di bawah Mikroskop. Menurutnya, komposisi ASI benar-benar berubah secara konstan untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan bayi.

“Seperti ketika mereka sakit, ASI jadi penuh dengan antibodi yang disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan anak,” kata Howard seperti dilaporkan Huffington Post.

Dalam keterangan videonya, Howard menulis bahwa ayahnya adalah mikroskopis darah. Melalui bantuan sang ayah, Howard tahu bagaimana setetes ASI ketika dilihat di bawah mikroskop.

“Hai teman! Ini sangat cool! Inilah cairan emas hidup yang kita sebut ASI ketika bergerak! Ayah saya adalah mikroskopis darah dan ini satu tetes ASI saya di bawah mikroskopnya. Ini luar biasa dan ini hidup untuk menyesuaikan dengan apa yang bayi saya butuhkan. Benar-benar menakjubkan!” tulis Howard pada laman Facebooknya beserta video yang berdurasi 31 detik itu. Video ini telah dilihat oleh 1.8juta kali.

Berikut 13 manfaat yang bisa Si Kecil dan Anda dapatkan dari menerapkan ASI eksklusi seperti yang dikutip oleh alodokter.com :

  1. Sistem kekebalan tubuh bayi lebih kuat. Air susu ibu mengandung zat antibodi yang bisa membantunya melawan segala bakteri dan virus. Jadi, risiko terserang penyakit seperti diare, infeksi telinga, infeksi saluran pernapasan, konstipasi, berkembang menjadi pengidap diabetes tipe 2, atau meningitis lebih rendah ketimbang bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif. Antibodi dari ibu juga melindungi bayi dari serangan asma, alergi, dan eksim.
  2. Ingin memiliki anak yang cerdas? Coba beri bibit jitu sejak dia masih kecil yaitu ASI eksklusif. Menurut para ahli, asam lemak yang terdapat pada air susu ibu memiliki peranan penting bagi kecerdasan otak bayi. Selain itu, hubungan emosional antara Anda dan Si Kecil yang terjadi selama proses menyusui mungkin turut memberi kontribusi.
  3. Berat badan ideal. Si Kecil lebih mungkin tumbuh dengan bobot tubuh normal jika diberi ASI eksklusif. Mengapa demikian? Para ahli mengemukakan bahwa ASI mengandung lebih sedikit insulin ketimbang susu formula, sedangkan insulin dapat memicu pembentukan lemak. Maka ASI tidak banyak memicu pembentukan lemak pada bayi. Selain itu, bayi juga akan memiliki leptin (hormon yang memiliki peranan penting dalam mengatur nafsu makan dan metabolisme lemak) lebih banyak.
  4. Tulang bayi lebih kuat. Bayi yang diberi susu selama tiga bulan atau lebih memiliki tulang leher dan tulang belakang lebih kuat dibanding yang diberikan ASI kurang dari tiga bulan atau tidak sama sekali.
  5. Mendapat limpahan kolesterol. Pada orang dewasa, kolesterol merupakan asupan yang tidak baik. Namun itu tidak berlaku pada bayi. Kolesterol sangat dibutuhkan bayi guna menunjang tumbuh kembangnya dan zat ini banyak ditemukan pada ASI.
  6. Mengurangi risiko terjadinya sindrom kematian bayi mendadak saat dia tidur.
  7. Hubungan ibu dan anak lebih kuat. Saat menyusui, Anda akan bersentuhan dengan kulit Si Kecil dan saling bertatap-tatapan. Hal ini bisa memperkuat hubungan Anda dengannya.
  8. Tubuh lebih cepat langsing. Tahukah Anda bahwa menyusui dapat membakar kalori? Ya, kalori yang terpakai saat menyusui bisa mencapai 500 kalori per harinya.
  9. KB alami. Ovulasi bisa terhambat ketika Anda memberikan ASI eksklusif. Untuk mendapatkan manfaatnya, Anda disarankan untuk siap menyusuinya kapanpun ketika dia membutuhkan.
  10. Stres berkurang. Menyusui bisa merangsang produksi hormon oksitoksin yang bisa memuat Anda terasa rileks.
  11. Mengurangi perdarahan. Hormon oksitoksin yang keluar saat menyusui juga dapat membantu rahim berkontraksi. Hal ini mungkin bisa mengurangi perdarahan rahim usai persalinan, sekaligus kembali ke bentuk rahim sebelum hamil.
  12. Risiko terkena kanker menurun. Sebenarnya belum diketahui dengan pasti mengapa menyusui bisa mengurangi risiko Anda terkena kanker payudara dan ovarium. Namun menurut sejumlah penelitian, semakin lama Anda menyusui, semakin Anda terlindungi dari penyakit ini. Hal ini kemungkinan terjadi karena menyusui bisa menekan produksi hormon estrogen.
  13. Hemat uang. Selama memberikan ASI eksklusif, Anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli susu formula. Hal ini bisa menghemat pengeluaran bulanan Anda.

Dikutip dari situs Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ASI mengandung air 87,5 persen. Kemudian, kandungan nutrisi dalam ASI yakni:

  • Karbohidrat
    Laktosa adalah karbohidrat utama dalam ASI dan berfungsi sebagai salah satu sumber energi untuk otak. Kadar laktosa dalam ASI hampir 2 kali lipat dibanding laktosa pada susu sapi atau susu formula.
  • Protein
    Kandungan protein ASI cukup tinggi dan komposisinya berbeda dengan protein yang terdapat di susu sapi. Protein dalam ASI dan susu sapi terdiri dari protein whey dan kasein. Protein dalam ASI lebih banyak terdiri dari protein whey yang lebih mudah diserap oleh usus bayi.
  •  Lemak
    Kadar lemak dalam ASI lebih tinggi dibanding dengan susu sapi dan susu formula. Kadar lemak yang tinggi ini dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan otak yang cepat selama masa bayi.
  •  Karnitin
    Karnitin mempunyai peran membantu proses pembentukan energi yang diperlukan untuk mempertahankan metabolisme tubuh. ASI mengandung kadar karnitin yang tinggi terutama pada 3 minggu pertama menyusui.
  • Vitamin A, D, E, K, serta vitamin yang larut dalam air.
  • Mineral


Telah dilihat 1228 kali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *